Pemuda adalah harapan
bangsa, sebuah ungkapan yang tidak asing terdengar ditelinga kita tetapi dalam
kenyataannya belum terwujud secara keseluruhan. Tetapi di sini akan diungkapkan
secara menarik penuh inovasi. Agar para pembaca maupun audien dapat focus dengan
apa yang akan dibahas dalam tulisan ini.
‘Pemuda adalah harapan
para pemudi, pemudi adalah harapan para pemuda, pemuda pemudi adalah harapan
bangsa ini’. Sebuah ungkapan yang unik dan penuh inovasi yang terdengar di
telinga kita maupun saat kita membacanya. Jadi tidak dapat dipungkiri, pemuda
itu adalah harapan pemudi. Siapa pemudi saat ini yang tidak mengharapkan sosok
pemuda yang ia damba-dambakan. Pasti semua pemudi mendambakan pemuda dengan
kriteria masing-masing. Maka di sini para pemuda jadilah pemuda yang didamba
dan diharapkan para pemudi. Tidak dapat dipungkiri juga bahwa pemudi itu adalah
harapan para pemuda. Siapa pemuda yang tidak mengharapkan sosok pemudi yang ia
dambakan. Tentu semua pemuda mendambakan pemudi dengan beberapa kriteria masing-masing.
Jadi para pemudi usahakanlah untuk menjadi sosok pemudi yang diharapkan para
pemuda. Sedangkan harapan bangsa Indonesia sendiri adalah pemuda pemudi bangsa
Indonesia itu sendiri. Untuk itu berusahalah agar menjadi para pemuda-pemudi
harapan bangsa Indonesia.

Pemuda-pemudi Indonesia
adalah sosok yang diharapkan bangsa ini agar dapat mendobrak dunia ini.
Menjunjung tinggi nama bangsa ini, melakukan perubahan-perubahan terhadap dunia
utamanya bangsa Indonesia sendiri, meluruskan tindakan-tindakan yang menyimpang
di dalam Negara ini, dan masih banyak hal lagi yang dapat dilakukan
pemuda-pemudi harapan bangsa Indonesia.
Abraham Samad mengatakan
‘mengatasi korupsi itu mudah, asal setiap orang mengatakan atau sadar (aku
tidak akan korupsi)’. Dari perkataan di atas dapat di ketahui bahwa jika setiap
orang tidak akan korupsi maka selesailah persoalan di negeri ini mengenai
kejujuran, amanah, tanggung jawab yaitu persoalan korupsi. Di sinilah peran
dari para pemuda sangat diharapkan sekali. Biarkan generasi yang sudah lewat
itu dengan karakternya, tapi jangan biarkan generasi selanjutnya yaitu pemuda
jangan sampai mengikuti karakter mental yang tidak sehat dari generasi yang
sudah lewat ini. Sebagai pemuda harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap kelancaran
negeri ini. Kita harus membiasakan mental ini supaya menjadi mental yang jujur,
mental yang amanah, mental yang bertanggung jawab, bukan mempunyai
mental-mental korup.
Pada generasi selanjutnya
ini sangat diharapkan sekali para pemuda yang memiliki semangat juang yang
tinggi. Jangan mudah menyerah, jangan mudah putus asa, sehingga bisa memiliki
semangat tidak gentar dan pantang menyerah.
Kalau tidak dari pemuda itu sendiri maka siapa lagi yang diharapkan dari
bangsa Indonesia ini.
Jadilah taulan bagi
generasi setelah kamu, jangan seperti saat ini. Mereka-mereka yang menduduki
posisi di atas kurang bisa menjadi tauladan yang baik, bahkan bisa dikatakan
merupakan tauladan yang tidak baik. Bagaimana tidak, tidak jujur apakah
merupakan tauladan yang baik, tidak amanah apakah merupakan tauladan yang baik,
tidak bertanggung jawab apakah merupakan tauladan yang baik. Maka dari itu kita
supaya bisa menjadi tauladan yang baik bagi generasi setelah kita minimal itu.
Karena generasi itu terus berjalan, generasi di atas kita menjadi acuan atau
teladan bagi kita, generasi kita ini besok akan menjadi tauladan baagi generasi
setelah kita, generasi setelah kita akan menjadi tauladan generasi selanjutnya,
dan seterusnya. Maka kita usahakan generasi kita ini jangan sampai rusak agar
bisa menjadi tauladan generasi setelah kita.
‘Menjadi itu lebih sulit
dari pada memberi’. Begitulah pokok dari tauladan itu sendiri. Maksudnya di
sini adalah kita memberi materi tauladan itu oke bagus, tetapi menjadi tauladan
itu lebih sulit. Misalnya kita menyampaikan kejujuran itu penting iya itu oke
bagus, tetapi menjadi sosok yang jujur itu sendiri yang sulit.
Peserta didik atau murid
akan lebih mudah percaya atau yakin terhadap yang disampaikan guru jika guru
itu telah melakukannya sendiri. Utamanya adalah pelajaran yang berkaitan
denggan praktek. Setelah guru itu menjelaskan semua teori dasarnya selanjutnya
guru mulai mempraktekannya, maka peserta didik akan yakin dan ada keinginan
untuk mencoba.
Setiap orang memiliki
karakter yang berbeda-beda, maka di sini penulis menerangkan tentang aneka
pemuda :
1.
Pemuda biasa : bicara
Pemuda biasa adalah pemuda yang
bisa berbicara tentang apa yang telah diketahuinya.
2.
Pemuda bagus : berencana
Pemuda bagus adalah pemuda yang
bisa mengutarakan gagasannya dan mempunyai rencana kedepan dengan gagasan yang
dimilikinya
3.
Pemuda hebat : merealisasikan
Pemuda hebat adalah pemuda yang
bisa berbicara tentang gagasan yang dimilikinya, mempunyai rencana dengan
gagasan tersebut, dan bisa menerapkan didalam kehidupannya
4.
Pemuda berprestasi : menginspirasi
Pemuda berprestasi adalah pemuda
yang bisa mengutarakan gagasannya, berencana terhadap gagasannya, bisa
merealisasikan di dalam kehidupannya, dan akhirnya bisa memberi inspirasi
terhadap orang lain.
5.
Pemuda sejati : berkarakter kuat dan cerdas
Pemuda sejati adalah pemuda yang
bisa melakukan itu semua (yang tertulis di atas tadi) serta memiliki karakter
kuat dan cerdas tidak mudah goyah, cepat dan tepat dalam mengambil keputusan.
Disamping peran dari
pemuda, peran dari orang tua itu sendiri juga penting. Orang tua juga harus
bertanggung jawab dalam proses pembentukan karakter anak. Usahakan orang tua
memberi contoh-contoh yang baik di dalam lingkup keluarga. Biasanya di sinilah
orang tua sering kecolongan, misalnya mungkin karena capek sehabis bekerja
terus di rumah ada masalah, kadang orang tua lupa akan mengendalikan emosinya
akhirnya marah-marah jika anak salah, secara tidak langsung tindakan tersebut
membentuk karakter anak yang pemarah dan mudah emosi.
Maka dari itu jadilah para
pemuda-pemudi harapan bangsa. Tidak lupa pemuda-pemudi bekerja sama dengan yang
lebih berpengalaman yaitu orang tua untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang
berkarakter kuat dan cerdas.